Sunday, August 21, 2011

Cinta Terlarang Itu Made In Manusia






Setelah nganggur liat liat youtube nemuin salah satu lagu Nijdi yang berjudul Dosakah Aku. Dari liriknya sih udah bisa di tebak kalo temanya adalah CINTA. Cinta adalah hal yang sangat menjual mempunyai nilai komersil yang tinggi dan sangat laku didunia ini sepanjang masa, sepanjang jaman. Kebetulan si Doi Giring Nijdi melantukan lagu yang membahas Cinta yang terlarang. Pada vidio klipnya sih ceritanya si cowok mencintai cewek yang hamil dengan orang laen. Nah pada kasus inilah yang menjadikan si cowok mengalami musibah yaitu dicap telah menjalankan Cinta Terlarang. Padahal kalo dipikir pikir emang ada ya yang namanya mencintai orang tuh desebut terlarang? hingga ane menyimpulkan sendiri kalo istilah cinta terlarang itu hanyalah buatan dan penilain orang yang mempunyai kedudukan yang amat sangat tidak penting.

Ane sebenarnya lebih setuju kalo istilah cinta terlarang itu diperuntukkan untuk hal hal konyol yang tidak wajar. Misalkan orang mencintai batu, atau orang mencintai aspal. itu baru namanya cinta terlarang. lha wong mencintai sesama manusia kok bisa jadi terlarang itu dapet rumusnya dari mana? Mau kita cinta sama orang Arab, mau cinta sama orang Korea, mau cinta sama janda, atau  mau kita cinta sama suami ato istri orang ya hak kita dong. Memangnya pernah ada dalam sejarah peradaban manusia ini orang yang bisa menahan atau memilih dengan siapa dia akan mencinta?

Mencintai akan menjadi salah kalau kita merampas atau memaksakan, misalkan kita mencintai istri orang trus maksa mau memiliki istri orang itu namanya preman cinta dan bukanya cinta nya yang terlarang. karena pada dasarnya tidak ada cinta yang terlarang.

Ah cinta. ha ha ha ha ngomong opoooo

Note : Adalah sebuah dosa jika kita tidak selalu melakukan yang terbaik untuk orang yang kita cintai (Danu Umbara)


Sunday, April 24, 2011

Teruris Itu Lebe






Sesue dengan lagu pembukaan yang berjudul Om Terrorist (*baca : Teruris) sudah jelas ane mau bahas teruris dan bukanya mau bahas masalah negara agraris yang masih impor bahan makanan dari sana sini :D.

Kadang ane heran sama yang namanya pekerjaan yang satu ini. sudah pose matinya pasti mrenges sedikit mendelik* nyari tempat untuk ngubur dirinya sendiri aja susahnya minta ampun. Tapi ke 2 hal penting diatas tidak menyurutkan animo para orang tolol untuk mendaftarkan diri untuk mati dengan pose norak atas nama Jihad. Lha wong Surga dan Neraka aja belum tentu kebenaranya kok malah tetep saja ngotot memilih pekerjaan teruris. Ane yakin kalo ternyata Surga ato Neraka itu gak ada, dan mereka di beri kesempatan untuk kembali kedunia mereka gak bakal mau. disamping malu udah pernah dikubur, mereka pasti juga malu hidup dengan wajah mrenges bekas terkena bom.

Berikut adalah contoh tampang pose mrenges teruris kalo sudah mati


Bukanya ane mau menertawakan orang yang sudah mati. Tapi paling tidak bagi para calon pelamar untuk menjadi teruris pikir2 dulu sebelum setor nyawa, sukur2 mereka mengurungkan niat gara2 ilfil ngebayangin pose mereka kalo sudah meledakkan diri.

Setelah sekian lama melihat berita tentang sepak terjang para pemburu surga, ane bisa nyimpulin kalo para teruris sekarang sudah mulai kehilangan daya kreatifitas mereka dalam mengebom. Dilihat dari sudut pandang waktunya saja sudah monoton. setiap ada huru hara di kalangan berkuasa, dipastikan mereka memulai aksinya untuk mencuri perhatian masyarakat. jangan jangan itu jangan jangan saja.

Yang kedua dilihat dari modus operandi. modus operandi yang digunakan terkesan biasa2 aja. kalo gak bom mobil,bom tubuh, bom gorong2, dan bom pipa. Bom sepeda gayung dan bom buku boleh lah dikatogarikan kreatip, cuman untuk ukuran orang sePINTAR teruris hal itu masih terasa kurang extrim. Harusnya mereka mulai memikirkan bom gigi, bom kuku jempol, ato bom bulu hidung dan diledakkan di Afganistan ato Israel sono. disamping pose matinya akan lebih variatif , korban yang jatuh juga merupakan orang yang mereka anggap musuh mereka dan bukanya bangsanya sendiri.

Belum lagi dilihat dari seragam mereka saat menjalankan tugasnya. Rata2 mereka memakai baju yang boleh di bilang menjatuhkan salah satu Agama dan itu gak fair. selain itu pakain mereka mudah terlacak dikarenakan memang sangat predictable kata orang AMERIKA. harusnya mereka mulai melirik gaya ABG jaman sekarang. misal clana pensil, hem kotak2 dan rambut EMO. Jangan lupa pake tindik di jidat biar lebih meyakinkan. sekali kali boleh juga pake sepeda Vixi ato PIKSI itu namanya biar lebih susah diendus aparat dan dikir anak gaul yang kebablasan. ha ha ha

Kesimpulanya adalah, apapun alasanya TERURIS itu tolol dan konyol serta dilarang oleh AGAMA MANAPUN!! Hukumanya adalah mati sia2 dikutuk dan masuk NERAKA.

Semoga semua teruris di dunia ini cepet sadar dan dunia damai selamanya. Amin

Note : Lebe = Lebay x Lebay = Sangat lebay sekali
Mendelik = Melotot


CEMAT Eklusip bukan Cewek Hemat - Edisi Pindahan




Mumpung Speedy lagi ngebut, sambil nunggu unduhan pilm syur kelar ane mau nulis aaah. Kali ini tidak ingin membahas Pansus Century dikarenakan tipi sudah banyak yang ngebahas dan anak buah gak akan nyanthol otaknya kalo bahas politik. Cewek Matre adalah korban tulisan hari ini. Cewek matre dibagi menjadi 3 tipe. Tipe Cemat (bukan cewek hemat) Low, Cemat Standard, dan Cemat Eklusip.

Cemat low dan Cemat Standard adalah wajar, dikarenakan memang uang adalah kebutuhan standard manusia. Gak mungkin lah cuman modal cinta trus mau ke Yogyakarta harus jalan kaki berdua kayak pemulung? Paling tidak naek sepeda gayung ato motor lebih mesra dan meningkatkan keromantisan. Cemat eklusip neh yang perlu dikasih tanda Tanya, doi doi memilih uang dalam jumlah karung dan mengesampingkan tampang dan Cuinta. . wkwkwkk Kerugianya adalah sebage berikut:

1. Dikarenakan uang tidak abadi kayak Sapi, jikalau Cemat Eklusip misalkan memilih Adam Suseno (Suami Inul) sebage pasangan idup, bisa dibayangkan apa yang terjadi jikalau Adam Suseno pailit dan bangkrut. Yang didapat Cemat Eklusip tinggal jalan kaki berdua kemana mana ditemani Mas Adam dengan Brengos a.k.a Kumis yang nangkring diatas bibir segede ketela rambat.

2. Berkurangnya kesempatan memperbaiki keturuan. Dikarenakan Cemat Eklusip biasanya cantek(meski gak semua), maka kasianlah orang orang berparas babu tapi juga kere. Dijamin doi akan terkena kutuk turunan abadi dengan wajah babu.

3. Kemacetan lalu lintas yang semakin meraja lela. Dikarenakan Cemat Eklusip penyuka mobil, bisa dijamin doi doi bertampang babu berduit sekarung akan berlomba2 membeli mobli sebage tongkrongan. Kalo ada 1 milliar Cemat Eklusip di dunia, maka akan ada penambahan kendaraan berbanding lurus dengan keberadaan Cemat Eklusip.

4. Laut akan menjadi sangat ramai dan penuh. Karena ada lirik lagu jaman muda dulu yang berbunyi “cewek matre ke laut aje”. Gak bisa dibayankan gimana pantai Kuta akan penuh sesak dipenuhi Cemat Eklusip. .

Sudahah Ek. . jangan menyumpahi Cemat Eklusip. . wkwkwkwkwkwk


Saturday, April 23, 2011

Jancuk Itu Relatif

Terinspirasi oleh mbah Sujiwo Terjo sebagai presiden Jancukers yang sudah dengan gamblang menggambarkan apa itu arti kata jancuk disini, saya sebagai ABG yang labil dan mudah terpengaruh, dengan riang gembira mengiyakan dan menyetujui pandangan doi tentang Jancuk.

Bagi sebagian orang mungkin terdengar kasar dan sedikit tidak merdu di telinga, itu dikarenakan sejak dari lahir kedunia (terutama bagi orang Jawa) kata tersebut sudah merupakan kata yang haram untuk di ucapkan di muka umum tanpa pernah dibahas darimana asal usul dari cap trendi bernama kasar dan haram tersebut.
Kalo dikembalikan teori bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah relatif maka saya akan berargumen bahwa jancuk itu kasar hanya bagi orang yang menganggap itu kasar. Contohnya saja di Bali, disini dengan entengnya orang ngomong Jancuk tanpa rasa berdosa dan memang kata itu tidak mengandung dosa kok, jadi ya sah sah saja diucapkan sampe sehari 1999 kali misalnya.

Sebenarnya yang ingin disampaikan disini bukan kata jancuk ato kata2 kasar lain yang ada di kamus bahasa Indonesia. Yang ingin di ungkapkan adalah realita bahwa masih banyak orang yang menilai bahkan menghakimi seseorang hanya dari perkataan dan tutur katanya. Misalkan sebut saja Ketela Pohon (bukan nama sebenarnya) dalam keseharianya memang hobi menggunakan kata2 sampah. sudah pasti doi si Ketela Pohon akan di cap sebage preman ato bromocorah oleh masyarakat. Padahal kita mungkin tidak tau bahwa sebenarnya si Ketela Pohon adalah tukang semir sepatu yang merupakan tulang punggung keluarganya karena ditinggal mati oleh bapaknya sejak dia kelas TK, hanya saja mulut si Ketela Pohon agak sedikit rusak gara2 tuntujan jaman yang semakin kuno dan kejam. lho analoginya kok gak nyambung?  ha ha ha ha

Baiklah kita ambil contoh yang lebih nyambung. Misal Gayus tambunan si tukang nyolong uang rakyat. Saya yakin dalam keseharianya di depan public doi kagak pernah memakai kata2 kotor dalam menghadapi client2nya.
Misalkan si Gayus Tambun ini gak ketauan tukang colong, pasti kita sebage rakyat Indonesia akan mengecap doi sebage orang yang normal2 saja, sopan dan suka liburan ke Thailand dan bersantai di pante ato kolam renang. bandingkan dengan si Ketela Pohon, padahal si Ketela Pohon melakukan tugas lebuh mulia daripada Gayus yang bisanya cuman bisa nyolong untuk menghudupi keluarganya. Siapakah yang lebih bajingan? kita lah yang menilai.

Kalo ane sendiri memang penganut dan pengguna kata2 kotor tapi sebenarnya berhati seperti Ketela Pohon. ha ha ha ha

Sekian . . . .

Note : saya menggunakan 1999 dikarenakan bagi penganut aliran klenik di tahun 1999 akan terjadi KIAMAT dan itu tidak terbukti




Wednesday, October 6, 2010

Nasionalisme Perut Mules

Beberapa saat yang lalu seorang teman mengadakan kampanye bawah tanah untuk tidak memake salah satu produk suwasta di bidang telekomunikasi. Doi berdalih kalo tuh saham perusahaan sebagian besar dikuasai oleh pihak asing. Nah gara gara memakai provider itulah ane dapet julukan kemenggres dan gak Nasionalis. Meskipun sebenarnya ane suka dibilang kemenggres, dikarenakan kelihatan bisa bahasa enggres :D . Setelah debat tentang cap kemenggres dan gak nasionalis hanya gara gara milih pfovider luar Negara mereda ane gatel juga untuk ngebahas apa yang ane sebut dengan Nasionalis.

Ane kebetulan memang bukan orang yang Nasionalis dan gak pengen di cap nasionalis juga. Itu terbukti dari keseharian ane. Ambil contoh provider saya memilih salah satu perusahaan yang sahamnya dikuasai oleh asing, lebih tepatnya Malesia. Sepatu saya menggunakan sepatu pasar kreneng (pasar senggol di Denpasar), entah itu produk dari mana yang jelas di cap sapatu tsb tertera tulisan made in China meskipun ane tau itu produk dalam Negara sendiri. Rokok saya memilih rokok Amerika biar lebih trendi. Korek api yang saya beli juga tertera tulisan made in china. Hape saya adalah hape qwerty dengan pengiklan master Limbad yang juga biatan China (*dibaca Caina). Dan dengan menggunakan produk2 yang ber cap gak Nasionalis tersebut, terus terang ane baek baek saja dan tidak terkena gejala penyakit kulit semisal Panu dkk.

Sebenarnya bukan tanpa alasan kenapa ane menggunakan produk luar Negara (katanya), alasan utamanya dan sangat mendasar adalah uang di dompet yang sangat cekak dan bukan semata mata karena merek. Mau itu produk buatan Mbanyuwangi, mau itu buatan Mesir ato bahkan buatan Kamboja kalo gak sesue dengan kantong ane ya kagak ane pake. Hal ini deperparah dengan hilangnya identitas produk lokal sehingga ane jadi kagak tau mana itu produk dalam nagara ato produk luar Negara.  Contoh soal : korek bensin yang sering dipake di perkampungan tertera made in Taiwan (misalanya) meksipun sebenarnya itu merupakan buatan produksi rumahan di Jawa Tengah.

Kesimpulanya adalah ane kagak mau pake baju batik tiap hari, naek sepeda onthel kalau kerja, ngrokok yang asapnya mengganggu aroma udara di tempat umum dan menggangu jantung dengan parah, pake provider yang menguras kantong, kerja dengan mesin ketik, dan memakai sepatu kulit produk lokal dengan harga mencekik hanya karena idealisme dan nasionalisme cetek yang memaksa diri menghindari semua produk luara Negara. Orang semua mua aja masih ngimpor kok mau mencekal produk dari Negara laen, realistis dikit lah.

Lha wong negarawan aja baca Pancaila dan UUD 1945 (pake TEKS) aja salah masih bisa cengangas cengenges. Nah kalo ane di cap kemenggres dan gak Nasionalis yo ora popo asal masih bisa hidup.


Friday, October 1, 2010

Sinta Kok Makan Sosis







Sudah liat iklan tipi diatas? yang sering nonton Spongebob dan Upin Ipin pasti kagak lagi kaget sama si iklan Sinta dan Jojo yang suka sosis.Terus terang ane gak begitu terpesona dengan video klip Sinta Jojo yang bertema lipsing keong racun. Disamping gak lucu, ane emang gak pernah nonton dengan seksama tuh pidio keong racun versi Sinta Jojo dan gak juga tau apakah pidio itu lucu atau tidak, dikarenakan hanya melihat sepenggal cuplikan pidio mereka di berita2 televisi yang sungguh ab normal itu. halah.  .

Tapi pemikiran itu berubah seketika setelah ane dengan seksama dan mata kepala sehat melihat Sinta dan Jojo jadi bintang iklan salah satu produk sosis suwasta, dan yang terpenting mereka masih melakukan lipsing. Menurut pemikiran ekonomis ane, tuh iklan sangat menjual sekali bahkan boleh dibilang gebrakan fenomenal di dunia periklanan. alasan2nya adalah sebage berikut :

  • Mereka jelas sangat suka sosis, dikarenakan lirik lagu iklan yang berbunyi "Sinta dan Jojo Suka Makan Sosis So Nice"

  • Sangat gamblang bahwa mereka jualan sosis. itu terbukti dengan adanya duwa (2) sosis di tangan Sinta dan Jojo. tak seperti iklan rokok yang selalu tidak jelas dengan apa yang mereka iklankan.

  • Tampang mereka yang terlihat "nglejing" membuat orang semakin tertarik untuk membeli sosis.

  • Iklan itu sangat sehat dikarenakan iklan itu tentang sosis, makanan yang kata Sinta dan Jojo memang enak banyak gizi jadi sehat dan berprestasi


Itulah pendapat orang gak normal seperti ane melihat iklan Sosis tersebut. apakah Indonesia cukup gak normal dengan membuat penampakan Sinta dan Jojo menjadi sangat sensasional juga? cobalah

*nglejing = Dongo